Posted by mitta on September 6th, 2009
Prinsip-prinsip dasar mengembalikan jati diri bangsa yang harus dibangun dalam identitas nasional telah kembali ke Indonesia sebagai negara dalam kegelapan dan kedamaian bagi bangsa yang memenuhi beragam dan kompleks dan penuh perbedaan. Desentralisasi dan otonomi sangat diperlukan, tetapi tidak mengancam kelangsungan hidup NKRI, nasionalisme dan kondisi mapan dan kehidupan nasional. Jangan biarkan hal ini terjadi tindakan separatisme yang mengarah ke disintegrasi bangsa. Berpegang teguh pada semboyan Bhinneka Tunggal Ika harus selalu tertanam dalam setiap jiwa kota ini. Integrasi bangsa dalam keragaman membantu negara untuk pemulihan mengembalikan jati diri bangsa.Perumusan sekolah nasional dibuat dalam UUD 1945. rumusan yang adalah untuk membangun sebuah negara-bangsa merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Tidak kurang penting adalah untuk membangun hubungan dan persahabatn antarbangsadan menciptakan perdamaian di dunia berdasarkan prinsip-prinsip keadilan demi mengembalikan jati diri bangsa.
Reposisi identitas nasional dalam globalisasi harus didasarkan pada Pancasila, UUD 1945, Republik Indonesia kepulauan, intuisi, keamanan nasional dan kepentingan nasional yang dapat memperkuat posisinya dalam dan di luar tetap mempertahankan kedaulatan bangsa, sebagai bagian dari kepentingan kesejahteraan bangsa Indonesia dan visi untuk mengembalikan jati diri bangsa. Ketika kita berpartisipasi dalam globalisasi ideologi di belakang tetap bagian dan aturan, kemudian mengembalikan identitas nasional akan dapat dicapai tanpa perlu untuk melindungi terhadap pengaruh internasional. Semangat nasionalisme yang pernah didirikan, dan kekuatan untuk mengusir penjajah, kini merupakan dasar untuk membangun dan memulihkan identitas nasional, untuk menjadi bangsa yang maju, kehormatan dan martabat, dan ada yang sama sejajar dengan negara-negara lain di dunia.
Berbagi
Posted in jati diri bangsa | 1 Comment »
Posted by mitta on Agustus 13th, 2009
Bulan Agustus ini, kita akan merayakan pesta kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-64 pada tanggal 17 nanti. Selama negara ini merdeka apa saja yang telah kita capai? Maka kita bisa menjawab bahwa yang kita capai hanyalah kemerdekaan tekstual tanpa makna nasionalisme yang kuat terpatri dalam tiap-tiap rakyat Indonesia. Mengapa bisa demikian? Sesungguhnya bangsa Indonesia saat ini telah terjebak dalam arus westernisasi yang telah mengikis jati diri bangsa kita sendiri. Maka mengembalikan jati diri bangsa adalah suatu keharusan bagi setiap individu di negeri ini.
Dampak westernisasi dapat dilihat dari telah dilupakannya identitas-identitas negara kita, khususnya bagi generasi muda. Sebagai contoh misalnya, sebagian besar generasi muda kita mungkin tidak lagi hapal seluruh bait dalam lagu kebangsaan kita “Indonesia Raya”. Ataupun juga generasi muda juga telah banyak melupakan banyak judul-judul lagu kemerdekaan dan bahkan tidak hapal seluruhnya. Walaupun bagi sebagian orang bahwa hal tersebut adalah persoalan yang sepele, tapi pada nyatanya itu merupakan bagian dari identitas negara kita yang membentuk jati diri bangsa, dan bila kita mau untuk mempertahankannya maka kita dapat mengembalikan jati diri bangsa.Ketika kita menganggap bahwa mengembalikan jati diri bangsa adalah sesuatu yang penting, maka aksi-aksi kita untuk memperbesar rasa nasionalisme adalah hal yang paling utama.
Bagaimana mungkin kita menganggap bahwa diri kita adalah seorang yang nasionalis, akan tetapi di lain sisi kita melupakan banyak dari peninggalan-peninggalan bersejarah negara, termasuk lagu-lagu yang bertema kebangsaan tersebut. Maka kita bangsa Indonesia, khususnya generasi muda sepatutnya menghargai jasa-jasa para tokoh-tokoh nasionalis yang terdahulu demi mengembalikan jati diri bangsa kita yang mulai terkikis.
Berbagi
Posted in jati diri bangsa | 5 Comments »
Posted by mitta on Oktober 23rd, 2009
Perlawanan terhadap kolonialisme Belanda tidak putus-putus dengan berbagai cara mengembalikan jati diri bangsa. Dengan ‘pena’ yang tajam, partai politik, komite perlawanan orang pribumi, bahkan memimpin mogok. Sebagai seorang jurnalis, tulisan Abdul Muis dibuat melawan Belanda. Begitu pula Dewan Eksekutif SI, ia selalu menanamkan semangat perlawanan terhadap para anggotanya mengembalikan jati diri bangsa. Dia juga mendirikan Komite Bumiputera dengan tokoh-tokoh pergerakan nasional lainnya sebagai perlawanan terhadap rencana pemerintah Belanda untuk merayakan hari kemerdekaan sampai seratus di Indonesia. mengembalikan jati diri bangsa
Read the rest of this entry »
Berbagi
Posted in jati diri bangsa | No Comments »
Posted by mitta on September 11th, 2009
mahasiswa ikon mengembalikan jati diri bangsa meskipun banyak faktor permasalahan jati diri bangsa. mahasiswa adalah kelompok masyarakat yang menerima pendidikan tertinggi, dan memiliki perspektif yang luas untuk bergerak di seluruh aspek kehidupan dan generasi yang langsung bersinggungan dengan akademik dan kehidupan politik, sehingga negara mini di kalangan pelajar adalah sebuah proses pembelajaran politik bagi siswa sebagai generasi pemimpin bangsa, walaupun dalam akhir tingkat politik praktis, gerakan mahasiswa idealnya harus tetap independen dan tidak terjebak pada pragmatis dan oportunistik. Namun pada kenyataannya hari ini banyak gerakan mahasiswa yang naik oleh elit politik sehingga mereka tidak dapat bergerak bebas untuk melakukan fungsinya sebagai alat kontrol politik terikat perjanjian oleh elit politik. Hal ini diduga penyebabab pasca reformasi melempemnya gerakan mahasiswa untuk mengembalikan jati diri bangsa. Read the rest of this entry »
Berbagi
Posted in jati diri bangsa | 1 Comment »
Posted by mitta on Agustus 31st, 2009
Rusli Zainal Visioner penilaian yang saya ikuti dalam waktu sekitar satu bulan masih kurang baik, pada waktu itu hanya separuh waktu aku datang, itu melelahkan bagi saya, apalagi banyak kegiatan lain yang saya lakukan. Rusli zainal sang visioner, julukan saat ini ditanggung oleh nomor satu di propinsi Riau. Ia mendapat kepercayaan dari sejumlah bupati di wilayah untuk melaksanakan mandat dari rakyat Riau dan mandat untuk duduk di Penasehat Daerah otonomi (DPOD). Selama bupati untuk memberinya iman dan bukan hanya karena performa tidak diragukan lagi, selain penghargaan dari lembar tanda terima seharusnya kepercayaan untuk memimpin Indragiri Hilir. karena keberhasilannya ketika dia memimpin orang-orang di Indragiri Hilir sehingga merasa ia harus gubernur Riau di masa depan. seorang tokoh penting yang direkomendasikan Rusli Zainal memimpin rakyat Riau Rusli Zainal karena dianggap sebagai sosok yang visioner, seorang pejuang bagi orang kecil. Rusli Zainal bagaimana rendah hati banyak pertanyaan, dan menjawab berbagai pujian bahwa dia adalah sosok yang layak pemimpin Riau, ia hanya menjawab: “Saya didasarkan pada kepercayaan, dan apa yang saya lakukan saat ini bukan yang terbaik untuk rakyat.” cgiq2nhwx3
Berbagi
Posted in rusli zainal | No Comments »
Posted by mitta on Agustus 17th, 2009
Generasi muda bangsa, khususnya bagi mereka yang saat ini mengenyam pendidikan di bangku perkuliahan adalah generasi yang diharapkan dapat menjadi generasi pemimpin bangsa dengan modal kelimuan dan intelegensi yang mereka miliki. Dengan adanya para mahasiswa maka diharapkan mereka akan menjadi pemimpin yang memiliki visi dan misi kebangsaan agar para genersai mahasiswa ini dapat mengembalikan jati diri bangsa.
Akan tetapi melihat kenyataan sekarang, mahasiswa sepertinya tidak memiliki modal yang cukup untuk mengerti dan mengaktualisasikan displin ilmunya untuk kebaikan bangsa, karena memang mereka tidak mendapatkan pendidikan yang khusus untuk mengenal lebih jauh tentang karakter dan jati diri bangsanya. Mahasiswa yang mengambil disiplin ilmu tertentu hanya berkonsentrasi pada apa yang mereka ingin mereka pelajari, bukan apa yang seharusnya mereka pelajari demi mencapai tujuan untuk memberikan sumbangsih pada bangsanya, dan mereka hanya bercita-cita untuk dirinya sendiri. Transformasi ilmu yang didapat belum menyentuh pada aspek kepentingan studi mereka untuk bangsa, hal itu bukanlah kesalahan dari mahasiswa akan tetapi pihak kampus juga bertanggung jawab atas apa yang diberikan kepada mahasiswanya. Read the rest of this entry »
Berbagi
Posted in jati diri bangsa | No Comments »
Posted by mitta on Agustus 13th, 2009
Permasalahan jati diri bangsa sangat terkait dengan dua faktor yang sangat penting, yaitu sejarah dan ekonomi. Kita harus mengingat pada zaman penjajahan yang dahulu, bahwa semua bangsa Indonesia yang majemuk ini bersatu melawan penindasan dan berjuang demi kemerdekaan. Setelah negara ini merdeka banyak sekali perpecahan terjadi yang dilandasi faktor kesukuan dan kedaerahan. Maka kita harus mengembalikan jati diri bangsa dengan cara kembali bersatu dalam kemajemukan. Kali ini kita bersatu bukan untuk melawan penjajah lagi, akan tetapi untuk mempertahankan keutuhan negara ini dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Salah satu pelajaran dari sejarah kemerdekaan yang dapat diambil adalah persatuan adat dan kebudayaan yang beragam demi mencapai tujuan nasional yang lebih besar.
Konflik-konflik yang berbau SARA yang sempat terjadi beberapa tahun yang lalu tidak perlu terjadi lagi, asalkan semua rakyat Indonesia dapat memahami bahwa persatuan di dalam rakyat Indonesia adalah hal yang penting demi mengembalikan jati diri bangsa ini yang rukun, gotong royong dan demokratis agar kelangsungan dan kemajuan bangsa ini dapat terus dilanjutkan.Faktor selanjutnya yang dapat mengembalikan jati diri bangsa adalah faktor ekonomi. Jati diri bangsa sangat berkaitan dengan kemakmuran rakyatnya. Dengan kata lain jalan untuk mengembalikan jati diri bangsa tidak akan tercapai bila kemakmuran masyarakat Indonesia belum terjamin. Sepertinya masalah inilah yang menjadi hal paling penting saat ini. Menurut Prabowo Subiyanto, jumlah orang yang berpenghasilan Rp 20.000,- di Indonesia saat ini hampir mencapai 50 %, atau sekitar 115 juta orang. Maka bila kita ingin mengembalikan jati diri bangsa yang kuat pemerintah haruslah memberikan perhatian lebih pada masalah ekonomi dan kemiskinan yang ada di Indonesia. Karena bila masalah ekonomi dan kemiskinan tidak dapat diatasi, maka akan banyak muncul permasalahan-permasalahan serius di negeri ini. Seperti gerakan separatisme dan terorisme yang mengancam keutuhan NKRI timbul dari masalah kemiskinan yang terjadi di tengah masyarakat.
Kedua faktor diatas jelas tidak dapat dipisahkan untuk mengembalikan jati diri bangsa. Untuk masalah ekonomi dan pengentasan kemiskinan pemerintah haruslah berperan untuk menyelesaikannya, agar bangsa ini bisa maju dan mengembalikan jati diri bangsa yang lemah.
Berbagi
Posted in jati diri bangsa | 3 Comments »